Di lini depan Ancelotti dihadapkan pada pilihan berat; Gareth Bale
atau Jese yang akan melengkapi trio penyerang Karim Benzema dan
Cristiano Ronaldo.
Pelatih teranyar Los Blancos saat ini adalah
Carlo Ancelotti dan juru taktik Italia berpotensi mengakhiri puasa gelar
12 tahun di kompetisi paling elit antarklub Eropa. Don Carletto punya
sejarah cukup mengesankan di Liga Champions, sebagai pemain dia
mengangkat trofi dua kali dan dua lainnya diraih saat membesut
Rossoneri.
Siaran Langsung
Kamis, 27 Februari 02:45 WIB
Los Blancos akan bertandang ke Gelsenkirchen markas Schalke 04 pada laga
leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (27/2) dini hari WIB
mendatang. Kedua tim belum pernah bentrok namun jawara Spanyol hadir
dengan rekor negatif saat bermain di Jerman. Dari 25 pertandingan hanya
sekali menang lawan Bayer Leverkusen pada 2002 dan kalah 17.
Madrid
akan berupaya memperbaiki catatan tersebut tanpa kehadiran bintang
Panzer Sami Khedira yang masih parkir karena cedera otot ligamen lutut.
Kabar kurang sedap lainnya adalah Marcello dan Fabio Coentrao belum fit
hingga kemungkinan Alvaro Arbeloa disimpan di sektor kiri pertahanan.
Di
lini depan Ancelotti dihadapkan pada pilihan berat; Gareth Bale atau
Jese yang akan melengkapi trio penyerang Karim Benzema dan Cristiano
Ronaldo. Meski demikian El Real datang ke Veltins Arena dengan rasa
percaya diri tinggi mengingat sederet hasil mengagumkan di kompetisi
domestik plus status sebagai penguasa sementara La Liga.
Sementara
itu di kubu tuan rumah dua gelandang Marco Hoger dan Dennis Aogo masih
berkutat dengan cedera tetapi bintang masa depan sepakbola Julian
Draxker kemungkinan besar diturunkan meski sempat mengalami masalah pada
paha. Pemain yang sedang diincar Arsenal tersebut bakal beraksi bersama
bintang Schalke lainnya seperti Kevin-Prince Boateng, Max Meyer dan eks
Madrid Klaas-Jan Huntelaar.
Seperti halnya El Real yang punya
catatan buruk di Jerman, Schalke wajib memanfaatkan laga di hadapan
publik sendiri semaksimal mungkin karena mereka tidak pernah menang di
tujuh pertandingan terakhir di Spanyol. Soal ini tim tamu wajib waspada
karena performa tuan rumah tengah menanjak dengan meraih rekor 100
persen sejak jeda musim dingin hingga bermain imbang pekan lalu melawan
Mainz.
CATATAN: Senyum Lebar Real Madrid Di Jornada 25 La Liga Spanyol
Pasukan Carlo Ancelotti di atas angin dengan 13
pekan tersisa setelah raksasa Catalan terperosok di Anoeta dan skuat
Atletico Madrid tersungkur di Pamplona.
Pertama Barcelona, sekarang Atletico Madrid, hanya ada satu pemenang di Jornada 25 Primera Liga Spanyol, Real Madrid.
Pekan
lalu tim besutan Carlo Ancelotti dipaksa memeras keringat oleh
kengototan Elche di Santiago Bernabeu namun pada akhirnya mereka tetap
menang secara meyakinkan berkat gol Asier Illarramendi, Gareth Bale dan
Isco untuk memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi 26
pertandingan.
Kemenangan Madrid mudah diprediksi namun apa yang
mengikuti setelahnya, tidak sama sekali: Barcelona dihajar Real Sociedad
3-1 dan Atletico Madrid tersungkur 3-0 di tangan Osasuna, hasil ini
membuat Los Blancos duduk sendirian di pucuk klasemen. Lambat melangkah di bulan-bulan pertama kompetisi, angin segar sekarang membelai Los Vikingos.
Dua
tim terakhir yang sanggup merajai La Liga dengan perolehan 100 poin
adalah Madrid polesan Jose Mourinho (2011/12) dan Barcelona sentuhan
Tito Vilanova (2012/13). Namun setelah kekalahan terkini El Barca dan Los Rojiblancos, sekarang hanya satu tim yang bisa mencapai poin tiga bilangan: Real Madrid.
Tumbang di Pamplona | Setelah Barcelona, giliran Atletico Madrid menelan pil pahit
Perjalanan
memang masih panjang dan takdir ketiga tim tersebut berada di tangan
mereka masing-masing karena pekan depan Atletico akan menjamu Madrid
pada laga penting nan sarat gengsi, kemudian Madrid menyambut Barca di
Bernabeu pada laga Clasico jelang penutupan Maret, dan terakhir Blaugrana kedatangan pasukan Diego Simeone di Jornada paling buncit musim ini.
Momentum kuat yang didapat El Real adalah gambaran paling jelas performa menanjak mereka: Catatan tak terkalahkan Blancos
saat ini adalah yang terbaik kedua sepanjang sejarah klub dan dari
tujuh pertandingan terakhir, pasukan Ancelotti sukses menyambar 19 poin
dari 21 kemungkinan. Pada periode sama Barca dan Atleti masing-masing mengklaim 11.
Madrid
masih tegak berdiri ketika superstar Portugal Cristiano Ronaldo absen,
pekan lalu mereka juga menang dengan skor besar tanpa kehadiran Luka
Modric dan Sergio Ramos. Ketiga bintang tersebut segera beraksi lagi
mengiringi kesuksesan kembali ke puncak klasemen setelah 63 putaran La
Liga (sejak merajai La Liga 2011/12). Sekarang segalanya tampak
menyenangkan bagi Ancelotti.
"Saya bahagia karena kami tidak
kebobolan," ungkapnya setelah mengalahkan Elche. "Permainan kami terus
membaik tetapi memasuki fase akhir kompetisi hal terpenting adalah
memanfaatkan setiap kesempatan dan kami bisa melakukannya."
14
pertandingan telah dilewati Madrid sepanjang 2014 dan mereka hanya
kebobolan tiga gol: dua saat menang 4-2 atas Villarreal dan satu hasil
imbang 1-1 lawan Atlhletic Bilbao. Ketiga gol tersebut tercipta melalui
tembakan jarak jauh. Satu isyarat positif tamahan, benteng El Real kian tebal.
Sementara
itu Gerardo Martino jadi biang kerok keterpurukan Barca di San
Sebastian. Diturunkannya Alex Song di lini tengah membuat possession
raksasa Catalan menurun drastis sementara Neymar belum menemukan
sentuhan terbaik dan lini belakang rapuh hingga skor 3-1 kekalahan
tercipta yang melahirkan potensi beban harus menang di Clasico bulan
depan.
"Analisa saya terhadap pertandingan gagal memprediksi
kebutuhan tim," aku pelatih asal Argentina. "Mungkin menunda pergantian
pemain [Fabregas untuk Song] sebuah kesalahan tetapi dua gol terjadi
begitu cepat."
Atletico, seperti halnya Barcelona terpeleset setelah menjalani laga
keras di pertengahan pekan di Liga Champions. Kemenangan 1-0 Rojiblancos di markas AC Milan berdampak negatif di kompetisi domestik karena skuat Diego Simeone babak belur dihajar Osasuna di Pamplona.
Sulit
mengenali penampilan Atletico, intensitas menghilang hingga sebuah aksi
di bawah standar keluar ke permukaan. Saat Barca dan Madrid sama-sama
mengemas satu poin di Navarre musim ini, tiga gol di babak pertama
membuat Atletico terjungkal.
"Ketika sebuah tim tampil lebih baik
dari Anda, seperti Osasuna, Anda harus mengucapkan selamat," ungkap
pelatih Argentina setelah pertandingan. "Kami hanya bermain bagus di
babak kedua."
Performa apik itu telat datangm sekarang beban
besar di pundak Atletico bertambah parahnya di tengah-tengah jadwal
padat nan keras, nantinya mereka harus bertarung habis-habisan demi
bersaing menuju tangga juara. Terdekat? Menyambut kedatangan Madrid di
Vicente Calderon dengan mengusung satu target, menang.
Barcelona
juga menghadapi skenario serupa. Tim Catalan wajib membekuk Almeria,
Valladolid dan Osasuna di tiga laga ke depan untuk mempertebal modal
bermain di Clasico krusial di Bernabeu Maret mendatang.
Dengan 13
pekan tersisa, momen berharga berhasil digenggam pasukan Ancelotti.
Keuntungan itu didapat berkat terpelesetnya Barcelona dan Atletico di Jornada 25.