Selasa, 25 Februari 2014

CATATAN: Senyum Lebar Real Madrid Di Jornada 25 La Liga Spanyol




Pasukan Carlo Ancelotti di atas angin dengan 13 pekan tersisa setelah raksasa Catalan terperosok di Anoeta dan skuat Atletico Madrid tersungkur di Pamplona.


Pertama Barcelona, sekarang Atletico Madrid, hanya ada satu pemenang di Jornada 25 Primera Liga Spanyol, Real Madrid.

Pekan lalu tim besutan Carlo Ancelotti dipaksa memeras keringat oleh kengototan Elche di Santiago Bernabeu namun pada akhirnya mereka tetap menang secara meyakinkan berkat gol Asier Illarramendi, Gareth Bale dan Isco untuk memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi 26 pertandingan.

Kemenangan Madrid mudah diprediksi namun apa yang mengikuti setelahnya, tidak sama sekali: Barcelona dihajar Real Sociedad 3-1 dan Atletico Madrid tersungkur 3-0 di tangan Osasuna, hasil ini membuat Los Blancos duduk sendirian di pucuk klasemen. Lambat melangkah di bulan-bulan pertama kompetisi, angin segar sekarang membelai Los Vikingos.

Dua tim terakhir yang sanggup merajai La Liga dengan perolehan 100 poin adalah Madrid polesan Jose Mourinho (2011/12) dan Barcelona sentuhan Tito Vilanova (2012/13). Namun setelah kekalahan terkini El Barca dan Los Rojiblancos, sekarang hanya satu tim yang bisa mencapai poin tiga bilangan: Real Madrid.

Tumbang di Pamplona | Setelah Barcelona, giliran Atletico Madrid menelan pil pahit
Perjalanan memang masih panjang dan takdir ketiga tim tersebut berada di tangan mereka masing-masing karena pekan depan Atletico akan menjamu Madrid pada laga penting nan sarat gengsi, kemudian Madrid menyambut Barca di Bernabeu pada laga Clasico jelang penutupan Maret, dan terakhir Blaugrana kedatangan pasukan Diego Simeone di Jornada paling buncit musim ini.

Momentum kuat yang didapat El Real adalah gambaran paling jelas performa menanjak mereka: Catatan tak terkalahkan Blancos saat ini adalah yang terbaik kedua sepanjang sejarah klub dan dari tujuh pertandingan terakhir, pasukan Ancelotti sukses menyambar 19 poin dari 21 kemungkinan. Pada periode sama Barca dan Atleti masing-masing mengklaim 11.

Madrid masih tegak berdiri ketika superstar Portugal Cristiano Ronaldo absen, pekan lalu mereka juga menang dengan skor besar tanpa kehadiran Luka Modric dan Sergio Ramos. Ketiga bintang tersebut segera beraksi lagi mengiringi kesuksesan kembali ke puncak klasemen setelah 63 putaran La Liga (sejak merajai La Liga 2011/12). Sekarang segalanya tampak menyenangkan bagi Ancelotti.

"Saya bahagia karena kami tidak kebobolan," ungkapnya setelah mengalahkan Elche. "Permainan kami terus membaik tetapi memasuki fase akhir kompetisi hal terpenting adalah memanfaatkan setiap kesempatan dan kami bisa melakukannya."

14 pertandingan telah dilewati Madrid sepanjang 2014 dan mereka hanya kebobolan tiga gol: dua saat menang 4-2 atas Villarreal dan satu hasil imbang 1-1 lawan Atlhletic Bilbao. Ketiga gol tersebut tercipta melalui tembakan jarak jauh. Satu isyarat positif tamahan, benteng El Real kian tebal.

Sementara itu Gerardo Martino jadi biang kerok keterpurukan Barca di San Sebastian. Diturunkannya Alex Song di lini tengah membuat possession raksasa Catalan menurun drastis sementara Neymar belum menemukan sentuhan terbaik dan lini belakang rapuh hingga skor 3-1 kekalahan tercipta yang melahirkan potensi beban harus menang di Clasico bulan depan.

"Analisa saya terhadap pertandingan gagal memprediksi kebutuhan tim," aku pelatih asal Argentina. "Mungkin menunda pergantian pemain [Fabregas untuk Song] sebuah kesalahan tetapi dua gol terjadi begitu cepat."

MADRID DI PUNCAK - SETELAH JORNADA 25

Ma Me S K GM GK P
Real Madrid 25 20 3 2 71 24 63
Barcelona 25 19 3 3 70 20 60
Atletico Madrid 25 19 3 3 59 19 60

Atletico, seperti halnya Barcelona terpeleset setelah menjalani laga keras di pertengahan pekan di Liga Champions. Kemenangan 1-0 Rojiblancos di markas AC Milan berdampak negatif di kompetisi domestik karena skuat Diego Simeone babak belur dihajar Osasuna di Pamplona.

Sulit mengenali penampilan Atletico, intensitas menghilang hingga sebuah aksi di bawah standar keluar ke permukaan. Saat Barca dan Madrid sama-sama mengemas satu poin di Navarre musim ini, tiga gol di babak pertama membuat Atletico terjungkal.

"Ketika sebuah tim tampil lebih baik dari Anda, seperti Osasuna, Anda harus mengucapkan selamat," ungkap pelatih Argentina setelah pertandingan. "Kami hanya bermain bagus di babak kedua."

Performa apik itu telat datangm sekarang beban besar di pundak Atletico bertambah parahnya di tengah-tengah jadwal padat nan keras, nantinya mereka harus bertarung habis-habisan demi bersaing menuju tangga juara. Terdekat? Menyambut kedatangan Madrid di Vicente Calderon dengan mengusung satu target, menang.

Barcelona juga menghadapi skenario serupa. Tim Catalan wajib membekuk Almeria, Valladolid dan Osasuna di tiga laga ke depan untuk mempertebal modal bermain di Clasico krusial di Bernabeu Maret mendatang.

Dengan 13 pekan tersisa, momen berharga berhasil digenggam pasukan Ancelotti. Keuntungan itu didapat berkat terpelesetnya Barcelona dan Atletico di Jornada 25.

Sumber : Goal.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar